Yokomine’s 10 articles on self-learning

IMG_9336

1. CHILDREN MUST BE ABLE TO WRITE, READ AND CALCULATE BEFORE ENTERING PRIMARY SCHOOL.

Pengetahuan tidak dapat diberikan, tetapi harus didapatkan dengan usaha sendiri. Oleh karena itu, kita harus menyiapkan pikiran anak-anak dengan membangun otak mereka dan membekali mereka dengan kemampuan untuk memperoleh dan menerima pengetahuan tersebut.

2. DON’T TEACH CHILDREN TO STUDY, BUT TO LEARN!

Jangan keliru! Anak-anak tidak senang disuruh belajar, tetapi secara alami mereka senang mengetahui hal baru. Kuncinya adalah “self-learning” (belajar sendiri). Dengan belajar sendiri, lebih mudah memperoleh dan menguasai suatu ilmu; juga, memberikan kepuasan atas usaha dan prestasi.

3. DON’T MATCH THE CHILDREN TO THE MATERIALS! MATCH THE MATERIALS TO THE CHILDREN!

Hal yang terpenting adalah menyediakan materi pengajaran bagi anak yang sesuai dengan tingkatan, kecepatan, ritme serta karakter mereka.

4. KEEP SIGHT OF THE OBJECTIVE OF TEACHING AND RAISING CHILDREN!

Manusia satu-satunya makhluk hidup yang memerlukan bimbingan dan pengasuhan secara ekstensif dari orang tuanya agar dapat menjadi mandiri. Tujuan membesarkan anak adalah supaya mereka menjadi “self-reliant” (mampu mengandalkan diri sendiri) dan “independent” (mandiri).

5. DON’T TEACH BOYS AND GIRLS THE SAME WAY!

Anak laki-laki and perempuan setara and berkedudukan yang sama, tetapi sejak lahir, mereka berbeda (misalnya, anak perempuan mempunyai naluri keibuan); oleh karenanya, dalam mendidik merekapun kita harus membimbing dan mengarahkan anak laki-laki dan perempuan dengan berbeda.

6. DON’T PRAISE CHILDREN EASILY!

Mudah memberikan pujian kepada anak akan memberikan efek negatif di masa mendatang dalam kehidupannya. Selain itu juga, janganlah memberikan pujian dengan berlebihan. Daripada “memuji”, lebih baik “mengakui” dan “menghargai” hasil kerjanya.

7. DON’T BE AFRAID TO HURT CHILDREN’S FEELINGS!

Saat kita takut akan menyakiti perasaan anak, hal ini merugikan anak. Anak-anak memiliki karakter khusus yaitu apabila mereka disakiti perasaannya atau sesuatu membuatnya kesal maka mereka menjadi lebih kuat. Bagi anak-anak, kegagalan adalah guru yang terbaik.

8. DON’T LET CHILDREN FEEL BORED!

Anak-anak seharusnya terus melakukan kegiatan-kegiatan yang menarik baginya dan yang tidak membuat mereka merasa bosan. Rangsangan-rangsangan yang terus diberikan akan membuat mereka tumbuh dan berkembang dengan cara yang lebih baik dengan kemampuannya sendiri.

9. DON’T FORCE CHILDREN!

Dibandingkan memaksakan anak, mereka lebih memerlukan untuk di-”switch on” atau “dinyalakan” sehingga mereka tertarik untuk melakukan sesuatu. Di Yokomine, kami menerapkan 4 “switch” atau “saklar” untuk men-“switch on”-kan atau “menyalakan” sehingga mereka terpanggil.

10. DON’T OVER ANALYZE YOUR CHILDREN’S EDUCATION!

Jangan mempelajari teori mendidik anak secara berlebihan. Melakukan hal ini tidak membuat Anda menjadi orang tua yang baik. Yang terpenting adalah mengamati anak Anda dengan baik.

Copyright © 2011 PT. Bina Rasa Karya. All  rights reserved.

Advertisements