Frequently Asked Questions

PERTANYAAN

1. Bagaimana Yokomine Educational Method itu tercipta?

2. Saya tidak tahu bagaimana cara untuk memulai anak saya belajar…

3. Anak saya tidak tertarik dengan huruf. Apakah ada cara yang tepat untuk membuatnya tertarik?

4. Saya dengar Cara Pendidikan Yokomine mengajarkan anak untuk membaca sendiri. Apakah benar, Cara Pendidikan Yokomine tidak membacakan buku bagi anak-anak?

5. Anak saya tidak terlalu suka membaca. Saat dia sendirian, hampir-hampir ia tidak pernah membaca buku. Bagaimana saya dapat membimbingnya agar mau membaca sendiri.

6. Anak saya, laki-laki berumur 6 tahun. Bagaimanapun, anak saya bertindak kasar. Ia mudah memukul temannya, tidak menghormati saya. Jadi, meskipun saya marahi tetap tidak menurut. Saya benar-benar menderita. Apa yang harus saya lakukan?

7. Anak saya TK berumur 5 tahun. Dia tidak mau membaca buku ataupun melakukan kegiatan fisik . Sepulang sekolah, di rumah dia hanya menonton TV saja dan mempunyai kebiasaan bangun hingga tengah malam. Padahal tahun depan ia masuk SD, karenanya saya merasa amat khawatir.

8. Anak saya laki-laki berumur 2 tahun 3 bulan. Dia masih menghisap jempol dan sangat cengeng. Biasanya dia sangat lemah lembut dan penurut. Tetapi kadangkala ia menjadi suka melawan. Karenanya saya tidak tahu bagaimana menanganinya. Apakah ada cara atau tidak ada cara menanganinya karena usianya? Apakah saya dapat menanganinya setelah ia berumur 3 tahun? Saya tidak percaya saya mampu membuatnya berdisiplin.

9. Saya ingin melatih fisik dan mental (jiwa dan raga) anak saya. Apa yang harus saya lakukan?

10. Saya sangat khawatir karena saya dengar di SD ataupun SMP banyak terjadi “bullying”. Bagaimana saya mengatasi hal tersebut?

JAWABAN

1. Bagaimana Yokomine Educational Method itu tercipta?
Tujuan dari Yokomine Educational Method adalah membimbing anak agar di kemudian hari mereka dapat hidup mandiri secara kemanusiaan dan secara ekonomi. Yokomine mementingkan 3 kekuatan yang sangat penting bagi kemandirian anak, yaitu: kekuatan belajar, kekuatan fisik dan kekuatan jiwa.
Kekuatan belajar yaitu kemauan anak untuk belajar sendiri. Kekuatan fisik yaitu kekuatan mendasar dari tubuh dan saraf motorik agar anak dapat bertahan hidup di masa depannya yang masih panjang… Kekuatan jiwa adalah kekuatan untuk mengatasi bermacam-macam kesulitan dan cobaan yang mungkin dihadapi di masa depannya.
Go to top

2. Saya tidak tahu bagaimana cara untuk memulai anak saya belajar…
Pertama-tama, anak harus memiliki kebiasaan sehari-hari tidur lebih awal dan bangun pagi. Inilah dasarnya, dan selanjutnya mampu duduk di kursi dengan meja belajar. Apabila anak belum mampu melakukan kedua hal tersebut, walaupun Anda membingbingnya untuk belajar, kemungkinan Anda akan kesulitan. Selanjutnya, langkah pertama yang penting adalah mengenal huruf (alfabet). Setelah itu, kita akan mengganti isi pelajaran sesuai dengan tingkat kemampuan anak.
Go to top

3. Anak saya tidak tertarik dengan huruf. Apakah ada cara yang tepat untuk membuatnya tertarik?
Pertama-tama, anak harus mempelajari huruf (alfabet), misalnya: cobalah membuat kartu huruf berkaitan dengan nama benda-benda yang disukainya. Setiap hari, sebelum saat makan selama beberapa menit saja bermainlah bersama menggunakan kartu tersebut sedikit demi sedikit. Pada awalnya, satu huruf sudah cukup. Yang penting adalah dilakukan terus setiap hari sehingga akan terakumulasi.
Go to top

4. Saya dengar Cara Pendidikan Yokomine mengajarkan anak untuk membaca sendiri. Apakah benar, Cara Pendidikan Yokomine tidak membacakan buku bagi anak-anak?
Semasa anak berusia 0 hingga 2 tahun, Yokomine menganjurkan Orang tua untuk sering membacakan buku cerita bagi mereka serta sering berbicara pada mereka. Akan tetapi, setelah anak berusia 3 tahun, jika kita masih terus menerus membacakan cerita, ada kemungkinan saat kita mengenalkan huruf (alfabet) pada mereka, mereka akan menolaknya. Karenanya, kami- Yokomine menganjurkan Orang tua untuk menangani anak Anda, mengamati dengan benar-benar tingkat kemampuan mereka.
Go to top

5. Anak saya tidak terlalu suka membaca. Saat dia sendirian, hampir-hampir ia tidak pernah membaca buku. Bagaimana saya dapat membimbingnya agar mau membaca sendiri.
Secara alamiah tidak ada anak yang tidak suka membaca. Dengan cara membimbing tertentu, selangkah demi selangkah anak akan mampu untuk membaca buku sendiri. Pertama-tama kami menyarankan Anda untuk mengetahui kemampuannya yang sebenarnya. Apakah ia dapat membaca buku dengan benar? Karena, anak yang tidak dapat membaca buku dengan benar, akan merasa menderita saat membaca.
Sebelum membimbing anak Anda untuk membaca buku, mereka harus belajar dengan benar huruf-huruf (alfabet).
Go to top

6. Anak saya, laki-laki berumur 6 tahun. Bagaimanapun, anak saya bertindak kasar. Ia mudah memukul temannya, tidak menghormati saya. Jadi, meskipun saya marahi tetap tidak menurut. Saya benar-benar menderita. Apa yang harus saya lakukan?
Apabila anak berumur 6 tahun tidak menghormati orang tuanya, kemungkinan anak tidak dapat/ sulit untuk berubah lagi. Oleh karenanya, sekarang ini Ibu masih ada waktu untuk memperbaikinya. Cobalah untuk menguatkan hati Ibu dan Ibu harus memberi peringatan dengan tegas, tetapi tidak marah. Saat anak masih kecil, kita harus membimbingnya untuk mendengarkan baik-baik apa yang dinasehatkan Orang tua. Apabila anak berbicara kasar, maka harus dibimbing dengan lebih tegas lagi, tetapi tetap tidak marah. Kita harus mengajarkan anak-anak mengenai hubungan antara Orang tua dengan anak sebagai hubungan atas-bawah. Di mana Orang tua di atas dan anak di bawah. Hal ini harus diajarkan dengan jelas.
Go to top

7. Anak saya TK berumur 5 tahun. Dia tidak mau membaca buku ataupun melakukan kegiatan fisik . Sepulang sekolah, di rumah dia hanya menonton TV saja dan mempunyai kebiasaan bangun hingga tengah malam. Padahal tahun depan ia masuk SD, karenanya saya merasa amat khawatir.
Kebiasaan bangun hingga tengah malam tidak diperbolehkan. Anak yang memiliki kebiasaan itu, tidak dapat bangun pagi, dan memberikan alasan baginya untuk tidak mau berangkat ke sekolah. Kami sarankan kepada Orang tua untuk membimbing anak Anda untuk membentuk kebiasan sehari-hari tidur jam 8 malam dan bangun pagi. Anak yang dapat tidur jam 8 malam akan dapat bangun pada pukul 6 pagi keesokan harinya dengan rasa lapar. Berdasar pengalaman kami, anak yang dapat bangun pagi dan tiba di sekolah paling awal, biasanya adalah anak yang giat dan bagus dalam kegiatan fisik serta belajarnya.
Go to top

8. Anak saya laki-laki berumur 2 tahun 3 bulan. Dia masih menghisap jempol dan sangat cengeng. Biasanya dia sangat lemah lembut dan penurut. Tetapi kadangkala ia menjadi suka melawan. Karenanya saya tidak tahu bagaimana menanganinya. Apakah ada cara atau tidak ada cara menanganinya karena usianya? Apakah saya dapat menanganinya setelah ia berumur 3 tahun? Saya tidak percaya saya mampu membuatnya berdisiplin.
Saat anak Anda mulai menangis atau suka melawan, tetaplah tenang. Jangan membujuk-bujuk dengan kata-kata. Anda harus berpidah dari tempat anak Anda berada. Anak biasanya akan berusaha untuk memohon atau meminta pada Ibunya melalui tingkah lakunya. Tetapi bila tidak ada orang, maka ia akan menghentikan tingkah lakunya dan berusaha mengatasi kondisinya. Secara alami, anak telah memiliki kemampuan belajar, oleh karena itu apabila Ibu berpindah dari tempat di mana anak Ibu berada, maka sedikit demi sedikit ia belajar mengontrol emosinya.
Go to top

9. Saya ingin melatih fisik dan mental (jiwa dan raga) anak saya. Apa yang harus saya lakukan?
Para peneliti mengatakan bahwa syaraf- syarat motorik utama hampir terbentuk sepenuhnya hingga anak berusia 6 tahun. Oleh karena itu, cara yang terbaik adalah melakukan latihan fisik untuk mengembangkan syaraf motorik sebelum anak masuk Primary School (Sekolah Dasar). Cara yang terbaik misalnya: berlari sekuat tenaga (sprint) jarak pendek, atau meloncat. Yang terpenting adalah membentuk dasar kemampuan syaraf motorik sebelum anak berusia 6 tahun.
Go to top

10. Saya sangat khawatir karena saya dengar di SD ataupun SMP banyak terjadi “bullying”. Bagaimana saya mengatasi hal tersebut?
Masyarakat pada umumnya memberi sebutan nama ‘bullying’, tetapi tiap-tiap kasus ‘bullying’ sebenarnya berbeda isinya. Jadi tidak bisa menangani tiap-tiap kasus itu dengan cara yang sama. Pertama-tama yang terpenting adalah kita perlu menangkap dengan jelas kondisi dari ‘bullying’ yang dimaksud. Selain kasus ‘bullying’ yang terburuk, pada dasarnya tiap kasus pasti ada alasannya, salah satunya adalah kurangnya pengalaman dalam menyelesaikan masalah hubungan antar manusia sejak masa kanak-kanak. Orang tua seharusnya memberikan kesempatan pada anak untuk mengalami kesulitan dalam hubungan antar manusia sejak kanak-kanak, seandainya di masa depannya anak mengalami kesulitan berkaitan hubungan antar manusia. Hal ini juga merupakan cinta dan kasih sayang orang tua terhadap anak.
Go to top

Copyright © 2011 PT. Bina Rasa Karya. All  rights reserved.

Advertisements